The American National Standard for High-Visibility Safety Apparel and Headwear (ANSI/ISEA 107-2004) adalah sebuah standar dalam menetapkan pedoman keamanan untuk pakaian pengaman high visibility dan headwear, yang diterbitkan American National Standars Institute, Inc. Selama ini para pekerja konstruksi, pertambangan, polisi, layanan darurat medis dan pekerja di jalan bebas hambatan selalu berada dalam resiko tinggi yang diakibatkan oleh rendahnya tingkat visibilitas. Standar ini dibuat untuk memudahkan pemilihan High Visibility Safety Wear yang mampu meningkatkan tingkat visibilitas para pekerja tersebut dalam berbagai kondisi cuaca. Perubahan dari edisi pertama (ANSI/ISE 107-1999) diantaranya penambahan perlengkapan kepala (headwear) sebagai salah satu high visibility safety wear. Diperhitungkannya pola reflective seperti logo atau tulisan sebagai tambahan dalam penggunaan minimal retroreflective/reflector, serta penghapusan beberapa teknik uji yang tidak memberikan nilai tambah. Lampiran juga telah diperluas dengan adanya tambahan contoh-contoh desain baru serta bentuk laporan standar dari sebuah Safety Wear untuk diajukan dalam standar uji kelayakan. Ulasan ini merupakan penjelasan ringkas dari standar ANSI/ISEA 107-2004, untuk informasi lebih jelas silahkan membaca standar tersebut secara lebih terperinci. Dalam kesempatan ini juga akan dipaparkan mengenai beberapa kemungkinan desain yang sesuai standar, walau bagaimanapun kami harus mengingatkan bahwa desain Safety Wear yang baik harus mampu menggabungkan antara kenyaman dan perlindungan yang maksimal bagi pemakainya. ANSI/ISEA 107-2004 menetapkan pedoman standar dalam beberapa hal berikut: - Desain.
- Persyaratan kelayakan bahan dasar fluorescent dan Retroreflective Kombinasi (Reflector yang memiliki bagian bahan fluorescent, contoh reflector yang digunakan Dinas Pemadam Kebakaran Indonesia).
- Kinerja photometric dan kemampuan fisik bahan Retroreflective/reflector.
- Pembuatan label pakaian.
  Latar Belakang dan Tujuan. Sebelum standar ini dibuat pada tahun 1999, tidak ada aturan atau pedoman yang mengatur secara spesifik desain atau kinerja sebuah High Visibility Safety Wear. Sejak diterbikannya di tahun 1999, ANSI/ISEA 107-1999 telah diakui sebagai sebuah standar yang harus dipatuhi oleh seluruh industri swasta dan institusi federal di Amerika Serikat. Hingga edisi 2003, MUTCD hanya memberikan pedoman untuk visibilitas pekerja di area kerja, menetapkan bahwa pakaian para pekerja harus bisa dilihat dari jarak 1000 kaki. Secara historis dapat disimpulkan bahwa MUTCD hanya berfokus pada tingkat visibilitas dari sudut pandang para pengemudi kendaraan. Pembuatan kerucut lalu lintas, dan tanda lalu-lintas lain dimaksudkan untuk memberikan bantuan visual bagi pengemudi kendaraan. Sejak 2003, ditetapkan bahwa seluruh pekerja diwajibkan menggunakan pakaian high visibility yang sesuai dengan standar ANSI/ISEA, dengan demikian bantuan visual diberikan baik untuk para pengemudi maupun para pekerja itu sendiri. Desain. ANSI/ISEA 107-2004 menetapkan standar dan pedoman dalam pemakaian minimal komponen bahan dasar fluorescent dan retroreflective/reflector. Serta pemilihan warna yang dapat memberikan perlindungan secara maksimal. Pemilihan-pemilihan tersebut didasarkan pada tingkat bahaya area kerja, serta kenyamanan pemakai. Pemilihan Warna. Ada tiga pilihan warna bahan dasar dan Retroreflective-Kombinasi yang bisa dipilih, yaitu fluorescent kuning-hijau, fluorescent orange-merah dan fluorescent merah. Pengguna harus memilih warna tersebut dengan mempertimbangkan area kerja. Apakah itu dihutan, lepas pantai, atau area lainnya. Juga perhitungkan warna alat-alat yang digunakan di area kerja tersebut. Jika alat-alat berat yang digunakan berwarna kuning, jangan pilih warna kuning sebagai bahan dasar safety vest. Kesimpulannya, pilihlah warna yang membuat para pekerja dapat terlihat secara jelas disiang hari dan bisa dibedakan dengan mudah dari objek lainnya. Pengelompokan Safety Wear Untuk membantu pemilihan High Visibility Safety Wear, pakaian keselamatan tersebut dikelompokan menjadi tiga kelas berdasarkan situasi area kerja . Klasifikasi tersebut memberikan pedoman dalam penggunaan bahan dasar fluorescent serta penempatan material retroreflective/reflector.( lihat tabel). | ANSI/ISEA 107-2004 | | Minimum Areas of Visible Material | Performance | | Class 3 | Class 2 | Class 1 | Class E | Headwear | | Background material | 1240 in2 (0.80 m2) | 775 in2 (0.50 m2) | 217 in2 (0.14 m2) | 465 in2 (0.30 m2) | 78 in2 (0.05 m2) | | Retroreflective or combinedperformance material used in conjunction with background material | 310 in2 (0.20 m2) | 201 in2 (0.13 m2) | 155 in2 (0.10 m2) | 108 in2 (0.07 m2) | 10 in2 (0.0065 m2) Level 2 | | Combined-performance material used without background material | NA | NA | 310 in2 (0.20 m2) | NA | 78 in2 (0.05 m2) Level 2 or 1 | | Minimum width of retroreflective material | 2 in. (50mm) | 1.375 in. (35mm) | 1 in. (25mm) or 2 in. (50mm) combined-performance material (without background material) | 2 in. (50mm) | | | Minimum number of yards per retroreflective material width | 4.3 yds. of 2 in.(50mm) width | 4 yds. of 1.375 in. (35mm) width 2.8 yds. of 2 in. (50mm) width | 4.3 yds. of 1 in. (25mm) width 3.1 yds. of 1.372 in. (35mm) width 2.15 yds. of 2 in. (50mm) width | 1.5 yds of 2 in. (50mm) wide | | | Photometric performance | Level 2 (Table 5) or Level 1 (Table 6) | Level 2 (Table 5) or Level 1 (Table 6) | Level 2 (Table 5) or Level 1 (Table 6) | Level 2 (Table 5) or Level 1 (Table 6) | Level 2 (Table 5) or Level 1 (Table 6) | Penempatan Material Retroreflective/Reflector. Seluruh pakaian yang dibuat haruis memenuhi ketentuan sebagai berikut: - Menggunakan materi retroreflective/reflector dengan lebar dan panjang yang sesuai dengan kelas masing-masing (lihat table).
- Bisa dilihat dari sudut 360 ° dengan setidaknya satu pita retroreflective/reflector melingkari batang tubuh (torso).
- Penempatan dengan jarak sesuai diantara retroreflective/reflector vertical dan horizontal pada lengan, torso dan celana.
- Jarak yang sesuai diantara pita retroreflective/reflector, logo, tulisan atau desain lain.
- Pembuatan logo atau tulisan dengan materi retroreflective/reflector dapat dihitung sebagai pengunaan retroreflective/reflector pakaian tersebut.
Ergonomi Pakaian harus memberikan kenyamanan dengan tingkat perlindungan yang memadai. - Desain pakaian harus bebas dari kekasaran atau tepi tajam yang bisa menyebabkan iritasi.
- Dibuat dengan ukuran yang memadai sesuai dengan tubuh pengguna.
Persyaratan untuk materi Retroreflective/Reflector dan Retroreflective Kombinasi Standar ini menentukan spesifikasi untuk warna, kecerahan, kekuatan kain dan ketahanan kelembaban setelah diuji dengan berbagai tes. - Bahan dasar perlu diuji untuk kromatisitas atau warna, pencahayaan atau kecerahan.
- Juga harus diuji tahan luntur warna dengan empat tes: crocking, keringat, pencucian dan Xenon (sinar UV).
- Bahan dasar perlu diuji untuk perubahan dimensi (susut) setelah dicuci dan dry-cleaning.
- Tes lainnya termasuk kekuatan tarik, ketahanan sobek, ketahanan tenunan dan kekuatan bahan rajutan. Bahan dasar juga perlu diuji untuk penetrasi air dan repellency air, jika pakaian ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap air hujan.
Fotometri dan Persyaratan Kinerja Fisik Material Retroreflective/Reflector Standar ini juga menetapkan persyaratan fotometri dan kinerja untuk bahan retroreflective/reflector, seperti kecerahan minimal setelah test uji. - 3M retroreflective/reflector dan kinerja gabungan-bahan yang bersertifikat untuk spesifikasi ANSI/ISEA 107-2004 .
- Semua bahan harus memenuhi persyaratan kecerahan minimum setelah tes untuk ketahanan abrasi, peregangan, pelipatan pada suhu dingin dan perubahan temperature.
- Bahan retroreflective kombinasi juga harus memenuhi pencahayaan minimum atau faktor kecerahan setelah uji paparan Xenon (sinar UV).
|